28.12.18

Di Balik Layar Abon Ikan dan Daging Sapi Wadimah

Di Balik Layar Abon Ikan dan Daging Sapi Wadimah - Siapa yang tidak mengenal salah satu panganan bernama abon? Awal kemunculan komoditas makanan abon adanya kekhawatiran dari tipikal makanan itu sendiri.

Mengingat komoditas hasil peternakan seperti daging ikan atau sapi yang cepat rusak (perishable), maka terpikir sebuah gagasan bagaimana caranya mengolah bahan makanan dengan durasi simpan yang lama serta citarasa yang terjaga nikmatnya? Maka terciptalah makanan abon.

Abon dari dulu hingga hari ini cukup menjawab solusi menjadi makanan yang bisa diolah menjadi berbagai varian dengan pilihan rasa. Hingga akhirnya, abon menjadi sebuah produk makanan yang memiliki ciri khas dengan bahan baku utama daging sapi atau ikan.

Salah satu abon yang cukup dikenal namanya di Kabupaten Bandung sebab memiliki kemasan yang menarik dan tentu saja bercitarasa enak dan gurih adalah Abon Wadimah. Dan berikut ini sedikit penjelasan tentang Di Balik Layar Abon Ikan dan Daging Sapi Wadimah.

Penulis kali pertama bertemu dengan pengelola Abon Wadimah yaitu saat sama-sama berada di acara seminar pemanfaatan e-commerce Bukalapak untuk berjualan online bagi para UKM Kabupaten Bandung beberapa waktu yang lewat.


Pembaca, saat ini Abon Wadimah memiliki 4 varian rasa abon Wadimah, yaitu:

  • Abon Wadimah Ikan Tuna,
  • Abon Wadimah Ikan Cakalang,
  • Abon Wadimah Daging Ayam dan
  • Abon Wadimah Daging Sapi 
Anda berminat dengan Abon Wadimah? Bisa menghubungi dan lakukan pemesanan dengan mengirim SMS ke: 0877-3000-2644 sekarang juga! 

Di Balik Layar Abon Ikan dan Daging Sapi Wadimah

Dan berikut ini hasil obrolan penulis dengan pemilik bisnis Abon Wadimah.
Adalah Asty Istiqomah selaku pengelola sekaligus pemilik dari usaha bisnis makanan Abon Wadimah. Saat masuk di usia kepala 5, Asty memutuskan untuk mengisi aktifitas di masa tua dengan berbisnis. Dan saat ditanya apa motivasi menjalankan bisnis kuliner Abon Wadimah?

"Saya ingin menjalankan usaha di rumah dan ingin mengkaryakan teman-teman ibu rumah tangga agar dapat penghasilan," tegas Asty.

Ada latar belakang tersendiri ketika memutuskan menamai usahanya ini. Bisnis Abon Wadimah sudah berlangsung sejak 2015. Dan bisnis ini merupakan bisnis lanjutan, sebab pada awalnya berjualan abon dijalankan oleh mertua. Setelah itu lahir brand Wadimah yang merupakan akronim dari Warisan Dari Mamah.

Bicara keberhasilan, Asty tidak memberikan jawaban berupa angka yang pasti namun ibu dengan dua orang anak ini terbilang bijaksana memberikan pernyataan.

"Bagi Abon Wadimah, momentum yang paling berkesan saat menjalankan bisnis ini adalah saat kami sekeluarga dapat mensyukuri sebesar apapun hasilnya."

Bicara kesyukuran, Asty dengan tegas menyebut keluarga. Dirinya sangat beruntung memiliki keluarga saat ini sebab mereka mendukung keberlangsungan bisnis Abon Wadimah. Pihak lain di luar keluarga yang tidak dilupakan oleh Abon Wadimah adalah pemerintah terkait atau dinas-dinas di Kabupaten Bandung.

Asty Istiqomah sekeluarga
Pembaca yang penasaran dengan Abon Wadimah bisa menemukannya di Bukalapak. Hari ini Abon Wadimah tengah melakukan promosi dengan menurunkan harga, "Harga sengaja kami diskon, spesial menyambut tahun baru," imbuh Asty.

"Terima kasih atas dukungan pemerintah Kabupaten Bandung yang sudah memfasilitasi Abon Wadimah sehingga bisa memiliki legalitas, mengikuti pameran serta pelatihan," pungkas Asty dengan penuh rasa bangga.