Header Ads

Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung

Pikyeum (Keripik Peuyeum) - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung - Saat mengawali bisnis cemilan dengan bahan peuyeum atau - dalam bahasa Indonesia berarti tape, makanan yang dijajakannya terbilang sulit diterima bahkan tidak jarang berujung penolakan dari semua gerai makanan yang didatangi.

"Awalnya orang-orang kelihatan aneh, 'Apa itu keripik peuyeum?" kenang Indri Meilandi S.Si (37 tahun) pemilik dari brand Pikyeum (kependekan dari Keripik Peuyeum-red) saat bercerita seputar bisnisnya di awal-awal berusaha.

"Akan tetapi, ada satu outlet yang pada akhirnya menerima dan ternyata laku di pasaran. Tidak lama kemudain, outlet yang berada di kiri dan kanan mulai aware hingga mereka pun ingin sekali ketitipan Pikyeum," sambung istri dari Indra Ferdiana (38 tahun, seorang karyawan perusahaan farmasi).

Itulah sepenggal kisah yang cukup bikin mengelus dada dari Pikyeum - salah satu produk UKM yang menjadi kebanggaan Kabupaten Bandung hingga sekarang.

Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung
Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung

Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung 

Hari ini keberadaan Pikyeum sudah tidak perlu kita ragukan lagi eksistensinya, pasalnya masyarakat sudah sangat mengenal produk ini. Apalagi pasca diundang untuk tampil di media elektronik seperti stasiun televisi nasional, Pikyeum sudah viral ke seluruh masyarakat Indonesia.

"Alhamdulillah (Pikyeum -red) sudah pernah diliput oleh TV Nasional dan diliput tabloid nasional juga," ungkap Indri dengan rasa bangga.

"Dampaknya, kita sekarang punya pelanggan dari Madura hingga para reseller dari berbagai pulau di Indonesia," tambahnya.

Ada nilai moral yang patut ditiru dari langkah bisnis yang dijalankan oleh ibu tiga orang anak ini. Tidak semata-mata mengejar ambisi ingin camilannya menjadi makanan kekinian yang disukai semua kalangan. Lebih dari itu, Pikyeum pun bertujuan membantu perekonomian warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan.

Keluarga. Itu menjadi motivasi penting menurut Indri, sebab menurutnya meskipun lebih sering ada di rumah namun dirinya bisa tetap beraktifitas secara produktif dengan mengelola produknya tersebut.

Dengan beralamat di Leuwidulang Rancamulya, Kabupaten Bandung - Pikyeum mampu mengubah citarasa dan citra dari makanan tersebut. 

"Peuyeum sebagai panganan khas Bandung yang legendaris tapi kerap tidak disukai oleh beberapa kalangan hanya karena rasanya yang menyengat dan umumnya usia makanan hanya 3 hari saja," kata Indri dengan tegas.

Faktanya, hari ini Pikyeum mampu mengubah makanan peuyeum menjadi makanan yang berkelas.

"Makanya dibuatlah Pikyeum dengan varian rasa yang bervariasi; ada varian klasik coklat, susu dan original. Dan juga umur produknya menjadi lama yaitu hingga 9 bulan. tentunya ini cocok menjadi cemilan sebagai 'buah tangan' bahkan bisa menjadi proyeksi komoditas eksport. Inshaa allah bisa Aamiin," kata Indri dengan penuh semangat dan harap.

Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung

Makanan ringan Pikyeum memiliki komposisi; peuyeum singkong, telur, terigu, margarine, coklat, susu dan lain-lain. Indri dengan produknya ini mengklaim sebagai pelopor keripik peuyeum di Bandung.

kemasan menarik dari Pikyeum Maranti - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung
Kemasan menarik dari Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung
Pikyeum Maranti - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung gabungan 3 varian rasa
Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung gabungan 3 varian rasa
Pikyeum Maranti - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung varian rasa coklat
Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung varian rasa coklat
Pikyeum Maranti - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung varian rasa susu
Pikyeum - Pelopor Keripik Peuyeum Bandung varian rasa susu

Sekilas tentang Keluarga Indri Meilandi

Kepada redaksi UKM Bandung, Indri sempat menjawab ketika ditanya sekilas tentang keluarganya. 

"Anggota keluarga kami di rumah; saya sendiri Indri Meilandi (37 tahun). Di rumah, saya ditemani suami, beliau bernama Indra Ferdiana. Ada anak-anak kami tercinta; Indira Meitsyava Ferdiana (11 tahun), Inaira Malkalifa Ferdiana (9 tahun) dan Iraina Mauranaailah Ferdiana (7 tahun)," urai Indri.

"Suami saya bekerja di sebuah perusahaan farmasi, namun tetap sebagian waktunya dicurahkan untuk Pikyeum khususnya untuk pemasaran," ujar Indri ketika menjawab pertanyaan seberapa besar peran suami dalam mengembangkan bisnis yang saat ini tengah dijalankan.

Sekilas tentang Keluarga Indri Meilandi pemilik Brand Pikyeum Maranti
Ada yang menarik dari pesan yang disampaikan oleh Indri di penghujung perbincangan dengan penulis bahwa sebagai manusia yang bertugas untuk ikhtiar dalam menjalani kehidupan khususnya saat menjalankan bisnis.

"Intinya senantiasa berdoa, kerja keras, jangan putus asa, tetap semangat, yakin atas kuasa-Nya. Inshaa Allah hasil tidak akan mengkhianati proses," pungkas Indri.

1 komentar:

  1. Barakallah. Semoga sukses dunia. Sukses keluarag. Sukses bisnis. Sukses akhiratnya.
    Barakallah fii kum 🙏❤️

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.