Header Ads

Bukalapak Melatih 100 UKM di Hotel Harris Bandung

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar) selama dua hari; 26 dan 27 Maret 2019 telah menggelar Kegiatan Sosialisasi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik di Bandung - tepatnya di salah satu convention hall Hotel Harris yang berada di lantai 3A.

Pada kegiatan ini Disperindag Jabar menggandeng Bukalapak untuk melatih 100 orang pelaku UKM yang tersebar di Jawa Barat. Peserta mulai dari Pangandaran, Banjar, Ciamis,Tasik, Garut termasuk UKM Bandung.

Kesempatan tersebut Bukalapak Melatih 100 UKM di Hotel Harris Bandung ini diawali dengan cerita pengalaman sukses seorang pelaku UKM yang berjualan di Bukalapak sejak 2015 yaitu Ernest atau bernama populer ErJu (Ernest Juara-red).

Cerita sukses Erju dilakukan pada malam hari (26/3) di sesi terakhir hari pertama. Petikan cerita dari yang dipaparkan oleh Ernest begitu menginspirasi. Sebut saja bagaimana seorang pebisnis harus tetap bertahan di saat masalah datang.

Masalah yang diceritakan oleh pria muda berkacamata tersebut yaitu saat dirinya harus menerima barang yang dijualnya dikembalikan oleh ekspedisi karena keterlambatan pengiriman hingga berkarung-karung. Ada pula cerita menariknya, Ernest menjelaskan bahwa nama itu harus mudah diingat. Kenapa dirinya memilih ErJu ketimbang Ernest Juara? Menurutnya, ErJu cukup mudah diucapkan dan diingat oleh siapa saja yang mengenalnya.

Pada sesi Cerita Sukses, walaupun sudah malam terbilang cukup menarik perhatian peserta yang berjumlah 100 orang perwakilan dari 7 kota di Jawa Barat tersebut. Seperti Silvi pelaku UKM asal Garut yang bertanya seputar Bagaimana strategi ErJu agar mampu menonjol dibanding dengan pelapak lain?

Ernest menjawabnya sederhana, penampilan. Menurutnya, setiap produk yang ditampilkan di Bukalapak itu seragam, latar putih dan jangan sampai terlalu ramai yang bisa menyebabkan gagal fokus calon pembeli.

Peserta lain yang bertanya pada saat Ernest tampil kemarin lumayan antusias, sebut saja; Taufik pemilik Cikofie WJ dari Manglayang Bandung Timur, Dita dari Tasikmalya yang fokus di bisnis makanan beku (frozen food), Ibu Wildan yang bertanya mengenai akun Bukalapaknya masuk ke dalam Barang Tidak Dijual, Ratnawati dari Kabupaten Tasikmalaya pengelola fesyen berbahan kain sutra serta Yopi yang bergelut di bidang bisnis cemilan.

Keesokan harinya (27/3), 100 peserta kembali diberikan pelatihan oleh Bukalapak. Di hari kedua, materinya lengkap. Ada 4 (empat) materi dasar yang penting dikuasai oleh semua peserta, yaitu; product knowledge (Mengenal Bukalapak Lebih Dekat), Photo Product, Copywriting dan Promotion.

Salah satu hal penting saat hendak berjualan di e-commerce adalah menyiapkan akunnya. Pun dengan Bukalapak. Kemarin peserta serempak membuat akun Bukalapak yang dipandu langsung oleh Gengen selaku koordinator area Jawa Barat Penggerak Bukalapak.

Gengen saat Memberikan Paparan tentang Product Knowledge di hadapan 100 Pelaku UKM Jawa Barat
Gengen saat Memberikan Paparan tentang Product Knowledge di hadapan 100 Pelaku UKM Jawa Barat


Salah satu isi panduannya, semua peserta perlu memahami ketika membuat akun Bukalapak agar membiasakan mengisi data secara jelas di dalam akunnya masing-masing.

"Mempercantik lapak dengan mengisi header dan foto profil itu penting," pungkas Gengen diakhir memberikan materi.

Materi kedua yang tidak kalah pentingnya untuk dikuasai oleh peserta adalah Foto Produk yang disampaikan oleh Adetruna selaku team leader Penggerak Bukalapak Bandung. Pada kesempatan kali ini Bukalapak ingin memberikan pemahaman kepada seluruh peserta saat berjualan di Bukalapak agar memperhatikan segi visual.

Karena manusia adalah makhluk sosial yang memiliki kecenderungan melihat segala sesuatu dari tampilannya. Dan daya tarik dari sebuah toko online khususnya Bukalapak adalah foto produk.

Acara semakin lengkap dengan adanya materi Copywriting dan Promotion saat berjualan di Bukalapak. Dua materi terakhir ini disampaikan oleh Egi Setiadi selaku Offline Merchant Management Retention Supervisor Bukalapak Indonesia.

Menurut Egi, tidak ada lagi dalam berpromosi yang lebih penting selain meningkatkan penjualan yang ditunjang juga oleh menyebarkan informasi serta berusaha mendapatkan pelanggan baru.

Ada beberapa fitur promosi menarik yang sudah disediakan oleh Bukalapak, seperti; push, promoted push dan premium account termasuk BukaIklan. Semua fitur inilah yang memiliki peran yang sangat besar saat melakukan promosi hingga mencapai brand awareness dan omzet.

Pada materi sebelumnya, Egi menjelaskan tentang pentingnya memberikan penjelasan terkait produk yang kita jual di Bukalapak. Adapun cara menjelaskannya tidak bisa sembarangan namun harus disampaikan secara lugas, ringkas dan jelas. Karena itulah semua orang atau UKM yang bersedia jualan online harus menguasai copywriting agar menarik dan mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

adetruna saat Bukalapak Melatih 100 UKM di Hotel Harris Bandung foto bareng peserta

Acara berakhir pada pukul 15 dan berjalan lancar yang diakhiri dengan foto bersama. Pada acara Bukalapak Melatih 100 UKM di Hotel Harris Bandung ini peserta dikelompokkan sebagai angkatan pertama dan akan dievaluasi pada beberapa bulan mendatang di 2019.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.