Header Ads

"Haji Batok" Kerajinan Batok Kelapa Dari Limbah Menjadi Berkah dari Pangandaran

Dari Acara Pelatihan dan Magang OPOP di Parung Bogor yang dilakukan oleh Kios Agro beberapa waktu yang lewat (Baca: Lewat Program One Pesantren One Product Kios Agro Melatih 100 Santri di Parung Bogor) menyisakan UKM Punya Cerita.

Di saat acara selesai, dua orang santri menghampiri kami (Kios Agro-red), Mutasin As'ari dan Ali Murdani nama mereka. Dengan tegas, kang As'ari menjelaskan, "Inilah produk kami, hasil kerajinan tangan Pondok Pesantren Miftahul Huda dari Langkaplancar Pangandaran."

Ali Murdani dan As'ari santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Langkaplancar Pangandaran penggagas Craft Souvenir Haji Batok

Ali Murdani dan M. As'ari (berkoko Hitam) santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Langkaplancar Pangandaran penggagas Craft Souvenir Haji Batok (dok. Kios Agro)

Seraya memperlihatkan produk, Kang As'ari melanjutkan ceritanya, "Produk poci, sendok dan cangkir ini semuanya dari bahan limbah batok atau tempurung kelapa."

"Adapun baki terbuat dari bambu hitam atau urang Sunda menyebutnya dengan Awi Hideung," tambahnya.

Untuk mendapatkan bahan baku guna memproduksi poci, sendok dan cangkir, kedua santri kreatif tersebut mengalokasikan anggaran belanja kelapa utuh. Dari 1 butir kelapa utuh saja mereka langsung mendapatkan banyak keuntungan, seperti; batok, daging kelapa untuk diolah kembali (bisa menjadi minyak atau serundeng hingga galendo) dan airnya bisa dijual kembali.

"Dari kelapa utuh tidak ada limbah yang terbuang percuma bahkan sabutnya kami pergunakan untuk membuat keset," tegas Ali menimpali.

Saat kami tanya mengenai langkah bisnis yang diambil oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda yang diwakili oleh Kang As'ari dan Kang Ali bisa-bisanya memutuskan untuk fokus di bidang kerajinan tangan (craft) bukan bidang hasil laut, jawaban mereka ternyata sangat beralasan.

Tahukah Anda? Pondok Pesantren Miftahul Huda ini telah memiliki 16 (enam belas) varian hasil kerajinan tangan berbahan limbah buah kelapa sejak tahun 2018.

"Kami melihat Pangandaran dari sektor pariwisata khususnya bidang agro. Sehingga kami merasa dimudahkan memasarkan produk Souvenir kerajinan tangan dari limbah batok kelapa ini."

Saat kembali ditanya tentang hal yang mengesankan ketika memproduksi "Haji Batok" Kerajinan Batok Kelapa Dari Limbah Menjadi Berkah dari Pangandaran - Kang As'ari menyatakan dirinya dan teman-teman merasa bangga lewat kerajinan tersebut telah mengharumkan nama Miftahul Huda dari Langkaplancar, Ciamis.

"Selain itu, kami mampu mencetak santri yang bisa mandiri serta produktif tanpa harus bergantung pada orang lain," lanjut As'ari dengan tegas.

Yang masih menjadi kendala saat mereka memproduksi kerajinan tangan yang diberi nama "Haji Batok" adalah keterbatasan alat produksi. Sehingga dari 15 orang pengrajin setiap hari hanya mampu memperkerjakan 3 (tiga) orang saja. Dan sekarang produk Haji Batok pun sudah terpajang di website dan aplikasi Kios Agro.

Craft - kerajinan tangan (souvenir) Pangandararan HAJI BATOK sudah terpajang di website dan aplikasi KIOS AGRO.

As'ari pun menginformasikan pemanfaatan dari bambu hitam yang diubah menjadi anyaman. Menurut pria ramah ini, anyaman yang biasa diproduksi ada 10 jenis pola anyaman. Baik kerajinan batok kelapa dan bambu hitam, keduanya sudah dipamerkan di SMESCO Jakarta pada beberapa waktu sebelumnya. Dari segi harga, produk ramah lingkungan karena tidak terkontaminasi bahan kimia tersebut dibanderol sangat terjangkau.

"Untuk 1 (satu) set poci, cangkir dan gelas, pembeli cukup merogoh kocek 150 ribu saja," pungkas As'ari dengan cukup piawai mempromosikan produk dari "Haji Batok" (cek: Poci Batok Kelapa)

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.