Header Ads

One Day Workshop Pendampingan Ekspor Bersama ABDSI di BJB Cicadas

Sedikitnya ada 6 (enam) keunggulan bisnis ekspor:

  1. Memperluas pasar bagi produk Indonesia,
  2. Menambah devisa negara,
  3. Memperluas lapangan kerja,
  4. Transfer teknologi,
  5. Pengembangan atau pemberdayaan UMKM,
  6. Tahan krisis moneter.
Dan pada kenyataannya menjadi eksportir itu mudah. Perorangan, lembaga atau perusahaan berbadan hukum bisa menjadi pelaku ekspor tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Itulah beberapa poin sebagai materi pelatihan sehari yang sudah digelar oleh sebuah asosiasi pendamping UMKM yang bernama Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) korwil Jawab Barat di Bandung.

Perlu diketahui, ABDSI hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai mitra baru dalam komunitas penggerak penerap SNI (standar nasional Indonesia) dan ABDSI merupakan asosiasi yang bergerak dalam pembinaan UMKM yang ada di seluruh Indonesia.
 

Pada hari Sabtu, 22 Februari 2020 telah dilaksanakan One Day Workshop Pendampingan Ekspor Bersama ABDSI di BJB Cicadas. Acara ini dilaksanakan dengan maksud memberikan pelajaran sebagai bekal bagi setiap pendamping atau fasilitator saat terjun di masyarakat khususnya masyarakat UKM.

One Day Workshop Pendampingan Ekspor Bersama ABDSI di BJB Cicadas


Acara dibuka langsung oleh Ketua ABDSI Korwil Jawa Barat, yaitu ibu Siti Nur Maftuhah atau akrab dipanggil Meta atau Ceu Meta. Dalam pembukaannya, Ceu Meta menegaskan, "Semoga ini bukan yang pertama, akan ada lanjutan yang sifatnya pembekalan bagi pendamping untuk terjun di masyarakat,"

"Semoga dimulai dari workshop ini kita semua bisa terus bertemu, bersilaturahim serta mengambil banyak manfaat," lanjut Meta.

Ceu Meta membuka workshop pendampingan ekspor di BJB Cicadas Bandung
Ceu Meta membuka workshop pendampingan ekspor di BJB Cicadas Bandung (ist)

Menghadirkan seorang pakar langsung bidang ekspor, Nur Laila Fatimah seorang eksportir, dosen serta fasilitator dengan jumlah peserta sekitar 20 orang, acara terbilang efektif. Tanpa banyak basa-basi, pemateri memberikan banyak insight dari dunia ekspor.

Harapan dari acara One Day Workshop Pendampingan Ekspor Bersama ABDSI di BJB Cicadas ini, pendamping UMKM atau anggota ABDSI (Asosiasi BDS Indonesia) mampu:

  • Melakukan pendampingan ekspor
  • Mengetahui cara mudah ekspor
  • Menemukan buyer mancanegara
  • Melakukan penawaran produk
  • Dapat menghitung biaya ekspor
Dari sejak pukul 9 pagi workshop berjalan dengan baik terbukti dari antusias peserta menanggapi semua hal yang dipaparkan oleh pemateri. Usai jeda shalat dhuhur dan makan siang, acara kembali dilanjutkan dengan materi tentang bagaimana cara mengetahui ekspor dengan mudah.


Dalam sebuah kesempatan Laila atau lebih akrab dipanggil dengan Ibu Laila Kanju sempat berujar, "Kalau ekspor itu mengutamakan teori praktisnya sehingga bisa langsung tahu dan praktek bagaimana memulai ekspor."

"Teoritisnya setiap orang dapat membaca (berbagai literatur ekspor-red) dan memang jamak bacaan yang harus dipahami juga dalam teoritisnya," sambung Laila.


Peserta pun diajak untuk mengakses beberapa portal di internet, apa saja website yang harus dikunjungi saat kita melakukan riset pasar ekspor. Dan cara-cara sederhana menemukan buyer.

"Modal utama saya adalah percaya diri. Waktu kali pertama menemukan calon buyer, saya coba dekati bule padahal saya belum tahu mau jual apa," kata bu Laila yang disambut tawa peserta.

Sebelum One Day Workshop Pendampingan Ekspor Bersama ABDSI di BJB Cicadas berakhir, semua peserta diberikan tes soal menghitung biaya ekspor yang sebelumnya dijelaskan secara detil. 



Peserta workshop begitu serius ketika mengerjakan contoh soal berhitung biaya ekspor kemarin (Sabtu, 22/2) yang bertempat di kantor Cabang Pembantu BJB Cicadas.

Acara berjalan dengan baik, sebagai penyedia tempat - pihak BJB Cicadas pun merasa senang dapat berkesempatan memberikan penjelasan seputar akses pembiayaan yang dapat membantu jalannya usaha pelaku UKM Bandung.

Paparan Informasi Akses Permodalan dari Bank BJB
Paparan Informasi Akses Permodalan dari Bank BJB Cicadas, Bandung

Pihak penyelenggarapun merasa puas dan senang dengan minat dari para pendamping yang begitu besar. Terbukti, tidak saja pendamping dari kota dan kabupaten Bandung -- peserta sengaja datang dari luar kota sebut saja Kang Badri dari Indramayu atau peserta dari Garut.

Ceu Meta sebagai ketua ABDSI nampak puas dengan adanya acara workshop.

"Workshop semacam ini ada banyak dan tidak murah. Inilah keuntungan menjadi anggota ABDSI,  biaya training juga harga anggota. Kalau ikut kelas umum, bisa sepuluh kalinya," tutup Meta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.