Header Ads

Program Donasi Madu dari Rumah Madu Indonesia ke RSHS dan RSUD Ujung Berung

Program Donasi Madu dari Rumah Madu Indonesia ke RSHS dan RSUD Ujung Berung ini bermula dari percakapan antara Budi Darmawan seorang Pelaku UKM asal Bandung Barat dengan Pendampingnya, Kang Lukcita atau biasa akrab dipanggil Kang Uki.

Isi percakapannya lebih kurang seperti ini, "Kami (Rumah Madu Indonesia-red) bermaksud donasi madu untuk petugas rumah sakit. Jika bersedia, kami minta bantuan pendistribusiannya - barangkali ada yang bisa dihubungi?"

Kang Uki langsung melempar niat baik ini ke forum ABDSI Korwil Jawa Barat - UMKM Crisis Center Jawa Barat. Tidak berselang lama, beberapa pihak mengadakan pertemuan, seperti; Kang Hadiyan dan Kang Heru dari marketplace Kiosagro, Kang Uki, Kang Yogi selaku pendamping Kabupaten Bandung Barat dan Kang Budi Darmawan pemilik usaha Rumah Madu Indonesia.

Dalam pertemuan (10 April 2020), pemilik Rumah Madu Indonesia; Kang Budi menuturkan niatnya.
"Saya UMKM yang usahanya memproduksi madu herbal alami, mohon bantuan dari akang-akang semua untuk pendistribusian donasi yang hanya sedikit."

"Hanya ini yang bisa kami perbuat untuk men-support rekan-rekan tenaga medis rumah sakit di Bandung. Semoga ini dapat meringankan beban mereka saat menjalankan tugas di lapangan," sambung Kang Budi dengan penuh harap.

"Subhananallah ... Insha Allah kang, kami siap membantu niat mulia akang. Kalau boleh tahu apa saja yang akan didonasikan?" tanya Kang Uki.

"Ya ... Saya kan produsen madu herbal ... Jadi, hanya ini yang bisa kami donasikan kang," jawab Kang Budi dengan cukup tegas.

"Lagipula untuk mendonasikan peralatan medis (APD, masker, hand sanitizer, disenfektan-red) ... Seperti itu saya tidak tahu dan tidak mengerti," tambah Kang Budi

"Siap kang ... Nanti biar saya dan tim bergerak untuk pendistribusiannya, hatur nuhun pisan sudah berkontribusi kang," sambut kang Hadiyan selaku founder Kiosagro.


Program Donasi Madu dari Rumah Madu Indonesia ke RSHS dan RSUD Ujung Berung

Agenda pendistribusian madu pun dilaksanakan pada hari Rabu belum lama ini (15 April 2020). Rumah Sakit Hasan Sadikin menjadi tujuan pertama penyerahan donasi ini. Rombongan yang ikut dalam perjalanan penyerahan madu tersebut antara lain, Kang Hadiyan, Kang Heru, Kang Adetruna serta Kang Yogi selaku pendamping UMKM Kabupaten Bandung Barat.

Proses Serah Terima Madu produksi Rumah Madu Indonesia UMKM Kabupaten Bandung Barat di RSHS Bandung
Proses Serah Terima Madu produksi Rumah Madu Indonesia UMKM Kabupaten Bandung Barat di RSHS Bandung (Rabu, 15 April 2020).
 Usai melakukan Proses Serah Terima Madu produksi Rumah Madu Indonesia UMKM Kabupaten Bandung Barat di RSHS Bandung. Rombongan melanjutkan perjalanannya menuju Bandung Timur atau lebih tepatnya menuju Rumah Sakit Umum Daerah Ujung Berung. Di sana rombongan langsung menyerahkan madu kepada salah satu perwakilan tim medis. 

Proses Serah Terima Madu produksi Rumah Madu Indonesia UMKM Kabupaten Bandung Barat di RSUD Ujung Berung Bandung
Proses Serah Terima Madu produksi Rumah Madu Indonesia UMKM Kabupaten Bandung Barat di RSUD Ujung Berung Bandung (Rabu, 15 April 2020)
Beberapa saat sebelumnya, Kang Hadiyan sempat mengabadikan momen penataan madu dalam paket kardus untuk diserahkan ke RSUD Ujung Berung.

Kang Hadiyan mengabadikan momen penataan madu dalam paket kardus untuk diserahkan ke RSUD Ujung Berung

Hari ini para pendamping UMKM di beberapa wilayah di Jawa Barat pun bergerak sama halnya dengan cerita kali ini. Ada aksi bagi-bagi jamu dan APD di kota Bogor yang cukup viral setelah masuk pemberitaan televisi. Di Indramayu digelar aksi Program Promosi dan Pemasaran Bersama UMKM Crisis Center Indramayu yang berkolaborasi dengan Rumah Gincu dan masih banyak lagi aksi lainnya, termasuk di Tasikmalaya (Baca: UMKM Crisis Center Kabupaten Tasikmalaya Adakan Aksi Sosial

Meta Maftuhah (atau akrab dipanggil Ceu Meta selaku ketua pelaksana UMKM Crisis Center Jawa Barat menyampaikan pesannya belum lama ini (Senin, 20 April 2020). Intinya beliau berpesan, "Tak terasa, sudah hampir satu bulan sejak tanggal 24 Maret 2020 bergerak bersama 90 orang tim UMKM-CRISIS-CENTER ABDSI Jabar. Tim relawan penguatan ekonomi mikro kecil yang didirikan ABDSI bersama mitra lainnya."

"Kami bukan dokter atau perawat jadi tidak menolong penderita covid-19. Kami juga bukan petugas keamanan. Kami adalah orang-orang yang peduli pada keberlangsungan pelaku ekonomi mikro kecil," sambung Ceu Meta.

"Kelas ekonomi yang katanya paling tahan di saat krisis. Tetapi sejak awal Pandemi COVID-19 sebagian sudah berhenti beroperasi. Kami hadir untuk membantu UMKM bangkit berdiri kembali."

"Kami baru hadir hampir satu bulan, sedangkan Pandemi COVID-19 diduga masih akan terjadi sampai beberapa bulan ke depan. Tugas belum selesai. Ini baru awal, harus lebih semangat, lebih kuat, lebih berinovasi supaya bisa bertahan dan menang."

"Terima kasih sahabat, tetap semangat, tetap bergerak, tetap menjadi solusi. Terima kasih untuk Dpn Abdsi Kiosagro_Indonesia Pupuk PPKL Dkuk Prov Jabar Dinas KUMKM kab/kota dan pihak lain yang sudah bersama. Semoga semakin banyak mitra kolaborator yang bersinergi."

"Terima kasih kepada semua yang tetap membeli dan menggunakan produk UMKM. Sehingga roda ekonomi terus berputar. Semangat menghadapi krisis Pandemi covid-19," Pungkas Ceu Meta.

Itulah salah satu penggalan UKM Punya Cerita Program Donasi Madu dari Rumah Madu Indonesia ke RSHS dan RSUD Ujung Berung.

Untuk Kang Budi dan semua pelaku UMKM yang berjiwa dermawan ... Semoga senantiasa tetap sehat serta murah rejeki dan bisnisnya semakin cemerlang di masa-masa mendatang, Aamiiin Yaa Rabbal'alamiin.

Tidak ada komentar

Komentar tanpa ujaran kebencian. NO SARA - terima kasih.

Diberdayakan oleh Blogger.