Header Ads

Hadiyan Nur Sofyan (CEO Kiosagro Group): Membuka dan Memperluas Pasar di Masa Pandemi

Demikian judul paparan yang disampaikan oleh Hadiyan Nur Sofyan selaku CEO Kiosagro Group saat acara Pelatihan Kerajinan Tangan/Keterampilan dan Kewirausahaan belum lama ini (Kamis, 2 Juli 2020).

Acara ini berlangsung di gedung Bambang Nur, Pusdiklat Paskhas, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung dengan peserta dari Persatuan Istri Anggota TNI Angkatan Udara (PIA Ardhya Garini).

Sesuai dengan tujuan dari pelatihan yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya dan kemandirian anggota, terutama untuk kesejahteraan dalam kedudukan berkeluarga dan bermasyarakat - dalam materinya, Kang Hadiyan (panggilan akrabnya-red) menjelaskan banyak hal yang dia geluti sehubungan dengan kewirausahaan khususnya digital marketing seperti saat dirinya membangun Kiosagro.

Membuka dan Memperluas Pasar di Masa Pandemi

Kang Hadiyan menyebutkan bahwa hari ini terjadi perubahan baik secara perilaku ataupun daya beli. Pangsa pasar dari dulu sampai dengan sekarang tidak berubah akan tetapi 'tools'-nya memang mengalami perubahan.

Hadiyan Nur Sofyan saat menjelaskan meterinya pada Pelatihan Kerajinan Tangan/Keterampilan dan Kewirausahaan dengan peserta Persatuan Istri Anggota TNI Angkatan Udara (PIA Ardhya Garini) 
Belanja memenuhi kebutuhan adalah sebuah keniscayaan yang mana kini masyarakat di hadapkan dengan teknologi. Ada pilihan pasar yang bisa dijadikan tujuan oleh masyarakat kalau tidak offline ya online.

Berbicara daya beli, pasar menawarkan kebutuhan dengan tingkat tersier menjadi posisi teratas, posisi ke-2 barang sekunder lalu terakhir barang primer. Namun faktanya, di masa pandemi seperti sekarang kebutuhan konsumen sangat memprioritaskan akan kebutuhan primer khususnya ketahanan pangan.

Dalam menyikapi kondisi pandemi ini, siapa pun yang akan menjalankan bisnis - maka ada 3 (tiga) komponen penting yang harus dibangun, yaitu;
  1. Produksi
  2. Promosi/Market
  3. Ekspedisi.
Dalam produksi terdapat sub komponen penting yang menentukan jalannya roda bisnis, yaitu: 
  • ketersediaan sumber bahan bakunya (resource), 
  • penyimpanannya (logistik),
  • kemasannya,
  • stock of name,
  • Alat pendukung yaitu; arus barang dan arus uang.
Lalu, ketika mempromosikan - pebisnis harus membuka akses pasar secara lengkap; offline dan online. Bisnis yang dijalankan dipromosikan secara konsisten dan jelas baik nilai secara moril serta materiil dan apa nilai tambah dari bisnis itu sendiri. Bentuk promosi bisa fisik seperti brosur dan leaflet atau e-flyer.

Yang tidak boleh dilupakan dari bisnis adalah ekspedisi. Bagaimana pendistribusian produk yang dipasarkan saat dipilih oleh pelanggan - itu harus dipikirkan juga.

Pentingnya Pencatatan Keuangan untuk UMKM

Lepas dari Kang Hadiyan, pemateri selanjutnya adalah Herman Gunadi yang memaparkan tentang pentingnya pencatatan keuangan untuk UMKM atau pebisnis. Menurut Herman ada 3 (tiga) tantangan serta persoalan yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha pemula, yaitu; 
  1. pengembangan dan kualitas produk,
  2. pemasaran dan
  3. pencatatan keuangan yang baik.
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, pembukuan sederhana diartikan sebagai suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan.

Pencatatan keuangan ini meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa. Kemudian bisa ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada periode tersebut.

Dan fakta yang jamak ditemukan di masyarakat khususnya UMKM tentang Pencatatan Keuangan dapat disimpulkan sebagian besar tidak mencatat, kalau pun mencatat hanya menggunakan Buku Kas atau Spreadsheet yang tidak sistematis.

Padahal apabila setiap UMKM melakukan pencatatan dengan tertib tidak akan menemui masalah yang kerap terjadi, seperti;
  • Keuangan Usaha tidak terkendali.
  • Bisnis selalu merugi.
  • Bingung saat akan membayar pajak.
  • Ditolak saat pengajuan pinjaman modal usaha.
Sedangkan bila pencatatan keuangan baik maka permasalahan tersebut tidak akan dijumpai oleh setiap UKM. Pasalnya, ibarat dashboard di kendaraan, pencatatan keuangan yang baik dapat memberikan indikator untuk pertumbuhan usaha.

Implementasi Pemasaran Digital Kiosagro dan Kiosayur

Usai materi pencatatan keuangan, peserta pelatihan disuguhi materi bagaimana praktek dari pemasaran digital yang sudah dijelaskan di awal. Pemateri ketiga, Adetruna selaku co-founder dan CMO Kiosagro menjelaskan tentang implementasi Pemasaran Digital Kiosagro dan Kiosayur.

Dalam paparannya, Kang Ade menjelaskan tentang 3 lapisan masyarakat yang perlu dirangkul untuk kepentingan bisnis online. Mereka adalah anak muda (youth), perempuan (woman) dan warganet (netizen).

Sebagai anak muda, peran dalam bisnis tentunya mereka sangat diperlukan karena anak muda adalah influencer dan penyampai pesan yang baik. Mereka mampu membuat konten yang mudah dibagikan (shareable). Brand akan mendapatkan banyak keuntungan dan pemasaran yang jauh lebih terjangkau. 

Perempuan sangat memengaruhi dalam pemasaran. Keperluan rumah tangga baik sandang, pangan serta papan dipengaruhi atas keputusan manajer keuangan keluarga - tidak lain adalah perempuan.

97% pembelian kebutuhan rumah tangga dipengaruhi oleh perempuan sebagai pengatur pengeluaran belanja keluarga. Dan untuk hal-hal yang berguna, perempuan jauh lebih konsumtif dibandingkan laki-laki. Fokus perempuan biasanya pada pendidikan dan kesehatan. Sehingga bagaimana agar anak-anak cerdas – solusinya ada pada produk apa yang harus dibeli. 

Istilah, "Netizen" kali pertama dipopulerkan oleh Michael Hauben pada 1990. Masyarakat pengguna internet yang begitu banyak serta luas sekali batas geografisnya berperan sebagai warganet yang berbagi dengan hati. Lewat perantara warganet nilai sebuah brand, service, process akan diungkapkan apa adanya.  

Sebagai bentuk implementasi, Kiosayur di usianya yang masih seumur jagung (lahir saat pandemi merebak di kota Bandung) mampu membuka dan memperluas pasar sejak awal masa pandemi hingga hari ini.

Adetruna saat memaparkan materinya sempat mengajak para peserta yang hadir untuk menonton tayangan youtube Kiosagro, khususnya video 1 tahun Kiosagro.

Dalam sebuah kesempatan Kang Hadiyan berujar, "Harga yang disepakati antara Kiosayur dengan Petani merupakan harga yang sehat. Waktu itu kami membeli hasil pertanian khususnya percabean di titik harga yang sama-sama menguntungkan."

Acara Pelatihan Kerajinan Tangan/Keterampilan dan Kewirausahaan ini diapresiasi langsung oleh Komandan Pusdiklat Paskhas, yaitu Kolonel Pas Anis Nurwahyudi - beliau menyatakan, "Saya ucapkan terima dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kiosagro yang sudah memberikan gambaran jelas tentang pemasaran online."


Ada beberapa bidang agrobisnis yang dikelola oleh masing-masing anggota TNI AU Margahayu Bandung saat menyikapi pandemi Covid-19, sebut saja; perikanan, tanaman hidroponik, sayuran cabe dan peternakan.

Nampak dalam foto, pak Teguh, pak Sugiyanto dan Kang Hadiyan saat berbincang-bincang sebelum acara berlangsung.
Pendapat lain disampaikan oleh Teguh selaku Pembantu Letnan Dua yang juga hadir pada acara ini. Sosok bapak yang akan pensiun di tahun depan ini menyebutkan, "Acara yang sangat bagus, kami terdorong untuk memasarkan produk kami (hidroponik-red) secara online."

Serka Sugiyanto menyebutkan di sela-sela menjelang acara bahwa dirinya tengah mengelola peternakan domba yang siap dijadikan hewan qurban tahun ini.

"Kiosagro saya undang untuk melihat peternakan domba yang saya kelola," ujar Serka (Sersan Kepala TNI AU) Sugiyanto langsung di hadapan Kang Hadiyan.

Tidak ada komentar

Komentar tanpa ujaran kebencian. NO SARA - terima kasih.

Diberdayakan oleh Blogger.