Header Ads

Risoles Kedai Bunbun Soreang

Risoles tergolong pastri yang lazim berisi daging cincang, sayuran yang dibungkus dadar kemudian digoreng dengan dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam terlebih dahulu. Risoles pun bisa dipanggang di dalam oven untuk disajikan sebagai cemilan saat kumpul bareng keluarga.

Nah, berbicara seputar makanan risoles kami akan coba bercerita tentang usaha yang dibangun sekitar 3 bulan yang lalu di Soreang. Namanya Neni Sariningsih, seorang ibu dengan 3 orang anak mencoba menjelaskan usahanya kepada kami belum lama ini.

"Yang mendorong saya untuk menjalankan bisnis kuliner karena saya bisa mengerjakannya di rumah," ungkap Neni (41 tahun) saat ditanya alasan kenapa memilih risoles untuk bisnisnya tersebut.

"Dan risoles terbilang cemilan yang disukai berbagai kalangan," sambungnya.

Maka lahirlah Kedai Bunbun. Itulah brand yang diusung oleh Neni sejak tiga bulan yang lalu sampai dengan hari ini. Usahanya ini terbilang cepat pergerakannya, terbukti usahanya sudah bisa ditemukan di aplikasi GoFood dengan nama yang sama, "Kedai Bunbun".

Karena baru 3 bulan saja usia dari bisnis kulinernya tersebut maka wajar saat ini pemasaran masih seputar para tetangga di perumahan, kerabat, teman-teman serta relasi bisnis saja.

Kedai Bunbun milik ibu Neni ini bisa ditemukan di Soreang, tepatnya di Perumahan Parahyangan Kencana. Saat ini risoles yang diproduksinya baru memiliki 3 (tiga) varian. 

"Ada isi sayur, isi suir ayam dan isi keju mozarela," urai Neni kepada UKM Bandung

Rentang harga yang dibanderol untuk risolesnya ini masih terbilang standar yaitu di kisaran 3000 hingga 6000 paling tinggi. 

Daftar Harga & Menu Risoles Kedai Bunbun Soreang


Daftar Harga & Menu Risoles Kedai Bunbun Soreang

Risoles Mozzarella - 5k
Risoles Sosis Mozzarella - 6k
Risoles Sayur Ayam Pedas - 3k
Risoles Ayam Suwir - 5k
Risoles Ayam Suwir Moza - 6k

Itulah UKM Punya Cerita seputar Risoles Kedai Bunbun Soreang yang dikelola oleh ibu Neni. Di saat keadaan masih pandemi dan roda perekonomian secara umum belum terbilang baik, rupanya tidak menyurutkan semangat orang-orang untuk tetap ikhtiar dan kreatif. Seperti ibu Neni misalnya -- semoga cerita kali ini bisa menginspirasi semua yang membaca. Semangat!

Tidak ada komentar

Komentar tanpa ujaran kebencian. NO SARA - terima kasih.

Diberdayakan oleh Blogger.